GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak bisa menambah uang oprasional para ketua tukun tetangga dan rukun warga (RT/RW). Ia merespon keluan dari para ketua RT/RW yang merasa keberatan dengan tambahan tugas membuat laporan melalui aplikasi Qlue. '' Tidak bisa kalo sesuai UMP. Enggak ada duitnya, "Katanya Gubernur yang akrab disapa Ahok, di Balai Kota , Kemarin.
Ahok mengatakan keberadaan aplikasi Qlue dan Kewajiban bagi para ketua RT/RW untuk melapor ialah untuk mengukur kinerja . Apalagi selama ini laporan yang masuk ke meja Ahok lebih banyak terkait dengan pungutan liar yang di lakukan oknum ketua RT/RW. "Makanya saya bilang , kalau mau dapat uang oprasional, harus terukur kerjanya. Kalau tidak mau lapor di Qlue, ya sudah. Enggak usah saja (jadi ketua RT/RW), ujarnya.
Berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 903 Tahun 2016 tenteang pelaporan melalui aplikasi Qlue, DKI memberikan uang insentif kepada para ketua RT/RW. Jika ketua RT/RW bisa membuat minimal tiga laporan dalam sehari, Ahok menjanjikan insntif Rp975 ribu buat ketua RT dan Rp1,2 juta buat ketua RW dalam sebulan.
Sebelumnya, anggota Forum Ketua RT/RW se- DKI Poly Siahaya mengatakan para ketua RT/RW mengeluhkan tugas tambahan melapor lewat Qlue yang di nilai memberatkan. (Ss/Put/J-4)









0 comments:
Post a Comment