Anda tak perlu cemas, metode yang bertahan selama lima ribu tahun ini terbilang sangat sederhana dan siapa saja bisa mempelajarinya dalam waktu singkat.
Dilansir dari laman Sivasakti, sabtu (28/1/2017), secara umum menghentikan keluarnya seperma melalui tekanan menggunakan jari berberapa detik sebelum enjakulasi.
Jika anda menunggu terlalau lama untuk menekan, tekakan tidak akan cukup untuk menghentikan seperma.
Tekanan diterapkan pada daerah ini untuk mencegah enjakulasidan membuang energi seksual. Anda bisa menekannya dengan ujung jari yang kuat gunakan tiga jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis). Rasakan tekanan yang tepat.
Tekanan tidak harus sangat kuat untuk menghentikan seperma yang keluar.
Jika Anda menggunakan satu jari saja, seperma bisa saja ada yang lolos, sedangkan dua jari tidak ampuh menutup seperma yang keluar dari penis.
Telunjuk dan jari manis untuk menekan kedua sisi uretera dan melumpuhkannya kemudian jari tengah menejan langsung pada uretra sehingga cairan tidak akan lolos keluar.
Menutup jalan keluar seperma dari penis dengan jari berarti memastikan enjakulasi tidak akan terjadi lagi.
Hasil penyumbatan ini termasuk bagian yang penting, seperma akan mengalir kembali ke dalam sumber air mani berasal.










0 comments:
Post a Comment